Ultra-Processed Food (UPF) Kini Mendominasi Pola Makan Masyarakat Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat Indonesia ke arah makanan ultra-proses (UPF).

Produk ini ditandai dengan tingkat pengolahan tinggi, penggunaan aditif, serta kandungan gula, garam, dan lemak yang dominan.

Fenomena ini mencerminkan perubahan pola makan dari makanan segar menuju makanan instan

Dominasi UPF dipengaruhi oleh berbagai faktor:

1. Urbanisasi dan gaya hidup praktis

2. Kemudahan akses dan distribusi produk industri

3. Harga relatif terjangkau dan daya tarik pemasaran

4. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumsi UPF bukan sekadar pilihan individu, tetapi bagian dari sistem pangan yang berkembang.

Konsumsi produk UPF yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes Mellitus Tipe 2 dan obesitas.

Menurut World Health Organization, pola makan tidak sehat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya beban penyakit global.

Kesimpulan

Dominasi UPF dalam pola makan masyarakat Indonesia mencerminkan:

1. Pergeseran sistem pangan ke arah industrialisasi

2. Perubahan perilaku konsumsi masyarakat

3. Meningkatnya potensi risiko kesehatan jangka panjang

Fenomena ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi tidak lagi hanya terkait kekurangan, tetapi juga kualitas konsumsi

REFERENSI

Institut Pertanian Bogor. (2026, April). Ultra-processed food mengintai, pakar gizi ingatkan bahaya jajanan anak. IPB University

Weni Sulastri, Sutri, SY, & Rizka Wahyu Utami. (2024). Bahaya Tersembunyi Makanan Ultra-Proses: Faktor Risiko Utama Gagal Ginjal di Indonesia: Scoping Review. Jurnal Riset Media Keperawatan, 7 (2), 80-86.

Setyaningsih, A., Mulyasari, I., Afiatna, P., & Putri, H. R. (2024). The Relationship between Ultra-Processed Food Consumption with Diet Quality and Overweight Status in Young Adults. Amerta Nutrition, 8(1), 124-129.

BCA Life. (2025). Serba-serbi ultra processed food dan dampaknya bagi kesehatan keluarga.

By admin